h

Minggu, 19 Mei 2019

Rencana Pelakasnaan Pembelajaran (RPP) Seni Rupa Kelas VIII Semester Genap Bagian 1


Berikut ini kami share Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Seni Budaya untuk cabang seni rupa semester Genap tahun pelajaran 2017/2018 kurikulum 2013. Selengkapnya Anda dapat unduh atau paste di bawah ini.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan    : MTsN Model Kuripan
Kelas                          : VIII (delapan)
Semester                    : Genap
Mata Pelajaran           : Seni Budaya (Rupa)
Alokasi Waktu           : 2x 40 menit x (4 pertemuan)


A.  KOMPETENSI INTI
1.      Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya
2.   Menghayati dan  mengamalkan  perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif  dan proaktif,  dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan  dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami,  menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa keingintahuannya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.  Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.  KOMPETENSI DASAR
1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan  serta bangga terhadap seni musik  sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1  Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2  Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
2.3  Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya
3.3 Memahami   konsep dan prosedur penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
4.3 Menerapkan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik

C.  INDIKATOR PEMBELAJARAN
1. Mengeksplorasi (observasi dan bertanya ) dari berbagai sumber pembelajaran tentang prosedur penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
2. Membuat disain /  sketsa tentang gagasan berkarya seni rupa tentang prosedur penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik berdasarkan hasil eksplorasi siswa masing-masing
3. Mewujudkan desain menjadi sebuah karya seni rupa jadi (eksperimenting atau mencoba) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik dengan menggunakan peralatan dan bahan yang disediakan siswa masing-masing.
4. Mempublikasi / memamerkan karya seni rupa (networking atau membuat jejaring) kepada orang lain tentang yang telah dibuatnya.

D.  TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari pokok bahasan ini, perserta didik diharapkan mampu :
1. Siswa secara aktif  mengeksplorasi (observasi dan bertanya ) dari berbagai sumber pembelajaran tentang prosedur penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
2. Siswa dapat memilih, menentukan dan membuat disain /  sketsa tentang gagasan berkarya seni rupa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik berdasarkan hasil eksplorasi siswa masing-masing
3. Siswa dapat mewujudkan desain menjadi sebuah karyaseni rupa jadi (eksperimenting atau mencoba) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik dengan menggunakan peralatan dan bahan yang disediakan siswa masing-masing.
4.  Siswa dapat menemukan cara mempublikasi / memamerkan karya seni rupa (networking atau membuat jejaring) kepada orang lain tentang yang telah dibuatnya.

E.  SKENARIO (LANGKAH-LANGKAH) PEMBELAJARAN

KEGI
ATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Kegiatan Awal
Kegiatan awal pembelajaranoleh guru dapat melakukan aktivitas berikut:
1.      Guru membuka pembelajaran seni budaya (rupa) dengan mengucapkan salam, mengabsen dan menanyakan keadaaan kelas.
2.      Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran seni rupa pada bulan ini, yakni untuk berkarya tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
3.      Guru berupaya memotivasi para siswa kelas VIII untuk yakin diri dapat membuat karya seni rupa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
10  MENIT
Kegiatan inti

Kegiatan inti pembelajaranoleh guru dapat melakukan aktivitas berikut:
Pertemuan 1
1.      Pembagian kelompok siswa SMP kelas VIII menjadi ….. kelompok.
2.      Masing-masing kelompok membuat komitmen untuk bekerja sama yang diwujudkan dalam bentuk berbagi tugas yang seimbang antarsiswa.
3.      Masing-masing kelompok menyusun strategi dan cara kerja eksplorasi tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik dengan berbagai sumber belajar agar optimal.
4.      Masing-masing siswa mendiskusikan alokasi waktu penyelesaian mengenai tugaseksplorasi tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
5.      Guru memposisikan diri sebagai mentor dan mendampingi  kelompok siswa dalam melaksanakan ekplorasi tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik




60  menit



Pertemuan 2
1.      Guru memberi penguatan untuk memanfaatkan hasil eksplorasi masing-masing kelompok siswa untuk mewujudkan menjadi rancangan karya / desain / sketsa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
2.      Masing-masing siswa kelas VIII dalam kelompoknya mengumpulkan dan  mendiskusikan hasil eksplorasi  para anggotanya untuk menjadi rancangan karya / desain / sketsa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
3.      Para anggota kelompok secara aktif memilih dan menentukan satu karya seni rupa yang akan dirancang / didesain / dibuat sketsa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
4.      Melaksanakan pembuatan desain / sketsa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik dengan memperhatikan semua ide / gagasan keseluruhan anggota kelompok.
5.      Guru memposisikan diri sebagai  mentor dan mendampingi kelompok siswa kelas VIII yang kesulitan membuat rancangan karya / desain / sketsa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik


60  menit




Pertemuan 3
1.      Guru memberi penguatan pembelajaran, agar rancangan karya / desain / sketsa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik minggu terdahulu diwujudkan dalam karya seni rupa yang jadi
2.      Masing-masing kelompok siswa kelas VIII menyiapkan peralatan dan bahan  berkarya seni rupa penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
3.      Setiap siswa disiplin dan berperan aktif di kelompoknya masing masing untuk mewujudkan  karya seni rupa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
4.      Semua anggota kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan karya seni rupa / memfinishing  tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik  dengan rasa penuh tanggung jawab.
5.      Guru memposisikan diri sebagai  mentor dan mendampingi kelompok siswa yang kesulitan dalam  mewujudkan karya seni rupa tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik


60  menit









Pertemuan 4
1.      Guru memberi penguatan agar hasil karya seni rupa yang sudah dihasikan tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik segera dipublikasikan/ dipamerkan.
2.      Masing-masing kelompok aktif mendiskusikan tentang informasi tentang media, cara dan tempat untuk mempublikasikan/ memamerkan karya seni rupa yang telah dibuatnya kepada orang lain.
3.      Masing-masing individu bekerja sama membuat jejaring (networking) dengan cara  mengundang/mengapload/ facebook, internet, dll.,  kepada siswa kelas/para guru dan kepala sekolah/para orang tua/khalayak umum/dll.,   untuk mendapat diapresiasi.
4.      Masing-masing siswa bertanggung jawab dengan cara berbagi tugas untuk kesuksesan publikasi/pameran karya seni rupa yang telah dibuat.
5.      Guru memposisikan diri sebagai mentor dan mendampingi kelompok siswa Kelas VIII yangkesulitan dalam melaksanakan publikasi/pameran  karya seni rupa kepada orang lain.


60  menit

Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup pembelajaranoleh guru dapat melakukan aktivitas berikut:

1.      Guru melaksanakantindak lanjut pembelajaran di kelas VIII SMP dengan cara memberi pengumuman untuk lanjutkan pada tahap merancang, membuat, mempublikasi karya seni rupa pada minggu berikutnya.
2.      Guru dan siswa Kelas VIII melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan cara penilaian kinerja, penilaian projek, penilaian portofoliodan penilaian laporan.
10 menit

F.   MATERI PEMBELAJARAN

Materi pembelajaran berkenaan dengan penjelasan tentang:
1.   Cara-cara mengeksplorasi (Observasi, bertanya) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
2. Cara-cara merencanakan (asosiasi) tentang  penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
3.      Cara-cara membuat (eksperimenting atau mencoba) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
4.   Cara-cara mempublikasikan (networking/membuat jejaring) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik

G.    PENDEKATAN DAN MODEL PEMBELAJARAN

1.      Pendekatan : Pendekatan Scientific
2.      Model Pembelajaran : Model pembelajaran based projek.

H.    EVALUASI PEMBELAJARAN

1.      Penililaian kinerja siswa (aktivitas belajar)
2.      Penilaian hasil projek (hasil belajar berkarya)
3.      Penilian fortopolio (sikap belajar mnghargai/apresiasi)
4.      Penilaian tes tertulis (laporan) (Tidak diperlukan)

I.       ALAT DAN SUMBER BELAJAR

1.      Alat dan bahan      : Disesuiakan dengan KD
2.      Sumber belajar      : (1)Buku sumber pembelajaran untuk siswa SMP mata pelajaran Seni budayaKurikulum  2014 Penerbit BNSP, Jakarta; (2) Sumber media internet; (3)Sumber media masa (TV, Koran, majalah, dll; (4) Moment pagelaran dan pameran di lokal maupun nasional; (5) Kegiatan kesenian di lingkungan setempat, dll.

Mengetahui,                                                                Kuripan,   Juli 2018
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran




SAHIMI, S.PD, M.PD                                              RUSLAN WAHID
NIP. 19761231 200312 1 006                                     NIP. 19811225 200901 1 012




Lampiran-1

MATERI PEMBELAJARAN


A.    Cara-cara mengeksplorasi (Observasi, bertanya) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik dilakukan dengan cara membuka fasilitas internet tentang “Motif Hias Ukir”, majalah artikel seni, tayangan TV acara “Desa Seni”, perajin di daerah sekitar dll

B.     Cara-cara merencanakan (asosiasi) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik, diawali dengan membuat rancangan pada media kertas.
a.      Persiapan Peralatan :
Pahat sebagai peralatan pokok terdiri beberapa jenis yaitu:
(a)  Pahat Kuku, pahat ini berjumlah sekitar 20 batang dengan berbagai  ukuran, pahat ini digunakan untuk memahat bagian-bagian yang melengkung.
(b)  Pahat lurus (Pengancap) berjumlah sekitar 10 batang dengan berbagai ukuran, pahat ini digunakan untuk memahat bagian yang lurus.
(c)  Pahat Col/penatar berjumlah 4 batang, digunakan untuk meratakan bagian dasar ukiran yang mencorok kedalam yang tidak dapat dijangkau oleh pahat lurus.
(d)   Pahat setengah lingkaran berjumlah 3 batang berbagai ukuran, digunakan untuk memahat bagian motif lengkung dan mencorok kedalam yang tidak dapat dijangkau oleh pahat kuku.
(e)  Pahat miring 2 batang, digunakan untuk meraut dan memahat pada bagian-bagian sudut.



Woodcut
 Pahat ukir



b.      Peralatan Penunjang
(a)  Palu kayu : kayu yang baik untuk bahan palu adalah kayu-kayu yang berat seperti kayu asam, kayu jambu, dan kayu cemara, diusahakan dari serat kayu terpilin agar tidak mudah pecah.batu asah.
(b)  Sikat ijuk : digunakan untuk membersihkan ukiran dari kotoran bekas pahatan dan menghilangkan debu yang melekat pada ukiran.
(c)  Alat-alat gambar : digunakan untuk membuat desain baik desain pokok maupun desain motif, jenis peralatan tersebut adalah pensil, spidol, penggaris, karet penghapus, jangka, routring, dan lain-lain.
(d)  Alat-alat pertukangan seperti gergaji, schaap, meteran, kapak, siku-siku, dan lain-lain.
(e)  Batu asah : untuk menajamkan peralatan baik pahat atau paralatan lainnya. Batu asah ada dua jenis yaitu batu asah kasar untuk memperbaiki mata pahat yang rusak mempercepat pengasahan, dan batu asah halus, untuk menyempurnakan ketajaman pahat.

Batu asah
Palu kayu
Gergaji
Sikat
3. Bahan
Pemahaman tentang kayu adalah penting, karena hal ini akan memberikaan wawasan kepada mahasiswa jenis kayu yang baik dalam pembuatan karya seni kriya. Di dalam pengenalan bahan kayu ini menyangkut masalah struktur kayu, ini penting diketahui adalah untuk menentukan bagian kayu yang mana yang baik untuk pembuatan karya dan bagian-bagian kayu yang mana saja yang tidak baik dalam pengerjaan karya ukir maupun karya kriya. Pembahasan mengenai materi tentang kayu itu telah dibahas secara mendalam pada MK. Pengetahuan Bahan kriya.
Bahan yang perlu dipersiapkan adalah:
(a)    Kayu Sebagai Bahan Pokok : Jenis kayu yang baik diukir antara lain; kayu jati, cempaka, aghatis, mahoni, suar, nangka, sonokeling, sonokembang, kepelan dan sejenisnya. Untuk mengetahui kualitas suatu jenis kayu perlu dipelajari pengetahuan tentang kayu yang menyangkut sifat-sifat kayu, bagian-bagian kayu, faktor perusak kayu, keawetan kayu dan lain-lain. Hal ini tidak mungkin saya jelaskan secara detail dalam pelatihan ini karena keterbatasan waktu dan padatnya materi.
Kayu gelondongan
Kayu jati
(b) Bahan Penunjang yaitu; bahan-bahan untuk finishing : cat, politur, tinner, amplas, clear, dan lain-lain.
Cat pelitur
Kuas


C.    Cara-cara membuat (eksperimenting atau mencoba) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik
Mengukir kayu adalah hobi yang sudah ada selama beberapa dekade lalu. Beberapa orang melakukan itu hanya untuk kesenangan dan mengisi waktu luang mereka. Ada banyak cara untuk mengukir kayu, dari memahat untuk membuat kerajinan kayu. Teknik-teknik yang digunakan untuk mengukir kayu dari berbagai pemotongan untuk memahat. Berikut adalah beberapa teknik termudah dan paling efektif untuk membantu Anda membuat ukiran kayu.
Carving
Adalah seni chipping dan memotong pada bagian datar dari kayu untuk membuat ukiran agar tampaknya menjadi tiga dimensi. Teknik ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti pahat dan palu, pisau ukir meskipun sering digunakan untuk memperjelas detail. Dalam ukiran relief, pengrajin pahat kayu membuat gambar terlebih dahulu kemudian mulai mengukir kayu hingga tampak bagian yang timbul seperti relief.
Chip Carving
Teknik ukiran Chip biasanya digunakan pada potongan-potongan yang lebih besar dari pekerjaan seperti tunggul pohon atau kayu, dan menggunakan kapak dan pahat yang lebih besar. Teknik ini untuk membuat karya yang besar seperti patung, dan ini melibatkan proses yang rumit.
Hasil karya Chip Carving
Pembakaran kayu
Pembakaran kayu adalah teknik terutama digunakan untuk menambah desain untuk finishing kayu, tetapi beberapa pemahat benar-benar menggunakan metode pembakaran untuk mengukir kayu kecil. Kayu yang dibakar akan menghitam di sekitar ukiran akhir dan memperjelas kesan sehingga tapak lebih hidup.

Mengerik
Mengerik adalah salah satu cara tertua dan paling sederhana dalam teknik memahat kayu. Teknik ini melibatkan tidak lebih dari sepotong kayu dan pisau ukir. Berlatih seni ini ternyata cukup rumit walaupun tampaknya sangat mudah, bagi pemula untuk membuat ukiran dari teknik ini dapat menghabiskan waktu setengah jam. Dalam banyak kasus, pemahat kayu yang sudah terampil dapat menggunakan pisau dengan ukuran terkecil untuk memperjelas detail dari ukirannya.

D.    Cara-cara mempublikasikan (networking/ jejaring) tentang penerapan  ragam hias flora, fauna dan geometrik pada kriya dari bahan keras dengan berbagai teknik dapat dilakukan melalui pemanfaatan fasilitas internet dengan cara mengaploud karya di jejaring facebok, dimuat di Mading, pameran karya kelas

Pameran karya ukir
Jejaring facebook




































Lampiran-2a
LEMBAR PENILAIAN

1.  Penilaian Sikap Spiritual

     Kelas VIII ....

No
NAMA SISWA
PENILAIAN OBSERVASI
RATA 2 NILAI
Berdoa sebelum dan sesudah belajar
Memberi salam pada saat awal dan akhir bertanya/presentasi
‘’’’’’’’’
‘’’’’’’’’
1
 ..........................



  

2
 ..........................



  

..
 ..........................



  


No
NAMA SISWA
PENILAIAN DIRI SENDIRI
RATA 2 NILAI
Menjalankan ibadah tepat waktu
Bersyukur atas ilmu, nikmat, dan karunia Tuhan Yang Maha Esa
Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu
‘’’’’’’’’
1
 ..........................



  

2
 ..........................



  

..
 ..........................



  


No
NAMA SISWA
PENILAIAN ANTAR TEMAN
RATA 2 NILAI
Memelihara hubungan baik dengan sesama teman umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
‘’’’’’’
‘’’’’’’
‘’’’’’’
1
 ..........................



  

2
 ..........................



  

..
 ..........................



  


No
NAMA SISWA
JURNAL CATATAN GURU
RATA 2 NILAI
KETERANGAN ATAU DESKRIPSI
‘’’’’’’’’
‘’’’’’’’’
‘’’’’’’’’
‘’’’’’’’’
1
 ..........................



  


2
 ..........................



  


..
 ..........................



  



     KETERANGAN :
A.      Nilai berkisar                                                                          0 – 100
B.      KKM Mapel                                                                           75
C.      Penentuan Nilai dan Predikat :
1.        A(Sangat Baik) dengan rentang nilai              91 – 100
2.        B  (Baik) dengan rentang nilai                        81 –90
3.        C (Cukup Baik) dengan rentang nilai             71 – 80
4.        D (Kurang Baik) dengan rentang nilai            61 – 70

2.  Penilaian Sikap Sosial

     Kelas VIII ....

No
NAMA SISWA
PENILAIAN OBSERVASI
RATA 2 NILAI
Disiplin
Percaya Diri
‘’’’’’
‘’’’’’’
‘’’’’’’
1
 ..........................






2
 ..........................






..
 ..........................







No
NAMA SISWA
PENILAIAN ANTAR TEMAN
RATA 2 NILAI
Kerjasama
Toleransi
Santun
Tanggung-jawab
1
 ..........................



  

2
 ..........................



  

..
 ..........................



  


No
NAMA SISWA
PENILAIAN DIRI SENDIRI
RATA 2 NILAI
Jujur dalam ulangan (tidak nyontek) dan jujur dalam berkarya (tidak dibuatkan orang lain)
Menghargai karya seni
‘’’’’’’
‘’’’’’’
1
 ..........................



  

2
 ..........................



  

..
 ..........................



  


No
NAMA SISWA
JURNAL CATATAN GURU
RATA 2 NILAI
KETERANGAN ATAU DESKRIPSI
‘’’’’’’
‘’’’’’’
‘’’’’’’
‘’’’’’’
1
 ..........................



  


2
 ..........................



  


..
 ..........................



  




     KETERANGAN :
A.        Nilai berkisar         :                                                               0 – 100
B.        KKM Mapel          :                                                               75
C.        Penentuan Nilai dan Predikat :
a.         A(Sangat Baik) dengan rentang nilai             91 – 100
b.        B  (Baik) dengan rentang nilai                        81 –90
c.         C (Cukup Baik) dengan rentang nilai             71 – 80
d.        D (Kurang Baik) dengan rentang nilai            61 – 70





3.  Penilaian Pengetahuan
1.  Penilaian Pengetahuan dapat berbentuk:
a.    Tes Tulis
b.    Tes Lisan
c.    Penugasan
2.  Penilaian Pengetahuan terdiri dari:
a.    Nilai Harian
b.    Nilai UTS
c.    Nilai UAS/UKK
3.  Rumus Nilai Pengetahuan : 2 NH + UTS + UAS/UKK : 4

4.  Penilaian Keterampilan

     1. Penilaian Proses / Kinerja
         Tulis Jenis Kinerja sesuai KD / Indikator ..................................

No
NAMA SISWA
ASPEK PENILAIAN (Disesuaikan)
RATA 2 NILAI
...............
...............
...............
...............
1
 ..........................



  

2
 ..........................



  

..
 ..........................



  


KETERANGAN :
A.        Nilai berkisar                                                                         0 – 100
B.        KKM Mapel                                                                          75
C.        Penentuan Nilai dan Predikat :
a.          A  (Sangat Baik) dengan rentang nilai                   91 – 100
b.          B  (Baik) dengan rentang nilai                                 81 –90
c.          C (Cukup Baik) dengan rentang nilai                    71 – 80
d.          D (Kurang Baik) dengan rentang nilai                   61 – 70

     2. Penilaian Proyek
         Tulis Jenis Proyek (Pameran Karya Seni Rupa): Pameran

No
NAMA SISWA / KELOMPOK
ASPEK PENILAIAN
RATA 2 NILAI
KET.
Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaporan
1
 ..........................


   


2
 ..........................


   


..
 ..........................


   



     KETERANGAN :
A.        Tahap Perencanaan:
1.       Rumusan judul atau Tema Pameran
2.       Penyusunan Proposal Pameran
3.       Pembentukan Kepanitiaan
4.       Dsb.
B.        Tahap Pelaksanaan :
1.       Kinerja Kepanitiaan
2.       Kualitas Karya
3.       Penataan Karya
4.       Dekorasi Stand  dsb.
C.        Tahap Pelaporan :
1.       Penyusunan Laporan Kegiatan
2.       Dsb
KETERANGAN :
A.        Nilai berkisar                                                                         0 – 100
B.        KKM Mapel                                                                          75
C.        Penentuan Nilai dan Predikat :
a.          A  (Sangat Baik) dengan rentang nilai                   91 – 100
b.          B  (Baik) dengan rentang nilai                                 81 –90
c.          C  (Cukup Baik) dengan rentang nilai                   71 – 80
d.          D  (Kurang Baik) dengan rentang nilai                 61 – 70

     3. Penilaian Portofolio
         Tulis Jenis Portofolio yang dikerjakan

No
NAMA SISWA / KELOMPOK
ASPEK PENILAIAN
RATA 2 NILAI
KET.
Karya ke 1 dari
Pembelajaran 1
Karya  ke 2 dari
Pembelajaran 2
...........
1
 ..........................


   


2
 ..........................


   


..
 ..........................


   



KETERANGAN :
A.        Nilai berkisar                                                                         0 – 100
B.        KKM Mapel                                                                          75
C.        Penentuan Nilai dan Predikat :
a.          A  (Sangat Baik) dengan rentang nilai                   91 – 100
b.          B  (Baik) dengan rentang nilai                                 81 –90
c.          C (Cukup Baik) dengan rentang nilai                    71 – 80
d.          D (Kurang Baik) dengan rentang nilai                   61 – 70 




0 komentar:

Posting Komentar